BUDAYA JEPANG DAN
INDONESIA
INDONESIA
- Jepang merupakan salah satu negara yang cukup menarik bagi masyarakat Indonesia. Hal itu tidak terlepas dari pop culture Jepang (musik, film, fashion). Bangsa Jepang tergolong homogen dengan 15 bahasa (bukan 15 suku bangsa, karena bahasa tersebut sudah termasuk bahasa untuk tuna rungu) serta memiliki sejarah yang sangat panjang sehingga nilai-nilai budaya sangat mengkristal.
- Secara umum, masyarakat Jepang menerjemahkan agama atau Tuhan sebagai hal yang terpisah. Bagi mereka, agama adalah hal yang bersifat pribadi dan tak ada satupun yang bisa mengusiknya. Bagi masyarakat Jepang, topik agama adalah hal yang tabu untuk dibicarakan dalam interaksi sosial, hal yang tentu saja berbeda dengan orang Indonesia.
- Sedangkan bangsa Indonesia tergolong heterogen, memiliki lebih dari 700 bahasa dan multi etnik, sehingga sulit untuk mencari serpihan budaya yang bisa mewakili Indonesia secara utuh. Artinya, kita perlu memisahkan nilai dan pola yang bisa diterima secara nasional, serta mana yang merupakan karakter dari sebuah suku. Di Indonesia, ada kebiasaan sosial yang sering memisahkan seseorang atau kelompok-kelompok tertentu berdasarkan agamanya. Apalagi di Indonesia agama adalah hal yang sangat berpengaruh, sering dijadikan alat untuk mencapai sebuah ambisi tertentu.
- Di Indonesia ada istilah “kumpul kebo” di mana pasangan yang belum menikah tinggal satu rumah, dan hal ini sangat dilarang. Sebaliknya, masyarakat Jepang tidak mengenal istilah “kumpul kebo” dan mereka mentolerir jika orang yang belum menikah hidup dalam satu atap.Di Jepang, mereka tidak mengenal budaya cium tangan atau cium pipi sebagai bentuk penghormatan. Apa yang mereka lakukan adalah dengan membungkukkan badan.
- Pada Lalu Lintas (Jepang)
- Orang Jepang juga sangat tertib dalam berlalu lintas. Jadi kemungkinan untuk mendapatkan kemacetan pun sangat jarang berbeda dengan Jakarta. Dalam kendaraan umum pun juga akan tertib, jarang sekali kendaraan yang kelebihan muatan atau penumpang. Hal yang harus selalu diingat saat naik kendaraan umum adalah mendahulukan orang tua, ibu hamil, orang cacat, tidak boleh berisik, jangan makan terlalu dekat, jangan membawa terlalu banyak barang, jangan bermake up, dan jangan menelpon.
Pada Makanan (Jepang)
- Jepang terkenal dengan makanan yang segar dengan cita rasa masih asli, mungkin orang Indonesia menyebutnya dengan mentah atau setengah matang. Akan tetapi makan Jepang disebut sebagai The Healthy food in The World karena kesegarannya. Dari semua masakan Jepang yang paling sulit ditemukan adalah ke Halalan, karena kebanyakan komposisinya menggunakan bahan dari daging babi. Saat akan makan sebaiknya kamu mengucapkan “itadakimasu” dan mengambil sumpit yang disediakan. Hal yang kurang sopan dan tidak boleh dilakukan saat makan adalah bersendawa, menancapkan sumpit di nasi, menjilat sumpit, meletakkan sumpit secara silang, mengaduk sup dengan sumpit, menerima makanan dari orang lain, menggali makanan, menggunakan untuk menunjuk orang dan memotong makanan. Hal yang mungkin berbeda dengan budaya kita adalah mengeluarkan suara saat makan sup merupakan bentuk rasa senang dan menikmati makanan, jika di Indonesia mungkin itu adalah hal yang kurang sopan.
Pada Minuman (Jepang)
- Teh dan sake adalah minuman yang sangat terkenal di Jepang. Aturan saat minum teh juga harus dipahami, cara duduknya adalah dengan bersimpuh sama seperti para sinden jawa saat menyanyi di kesenian wayang. Sebelum menengguk teh, cangkir diletakkan di telapak tangan kiri dan putar cangkir sekitar 180 derajat dengan tangan kanan. Jangan sampai lupa hal ini jika kamu tidak ingin dianggap tidak sopan, karena motif cangkir harus terlihat yang mengartikan bahwa kamu benar-benar menikmati tehnya. Minum sake sudah menjadi budaya sejak lama di Jepang. Biasanya akan dilakukan setelah pulang kerja atau di malam hari. Saat minum sake bersama harus menunggu seseorang mengatakan “kampai”, baru yang lainnya bisa minum. Ketika ingin menuang sake, hendaknya tuang juga untuk yang lainnya. Jika ada gelas yang kosong pasti aka nada orang lain yang mengisisnya, jadi jika kamu sudah merasa pusing dan tidak ingin minum, sebaiknya habiskan sake dalam gelas kamu sampai acara selesai jangan sekali teguk.
Pada Sapaan (Jepang)
- Hal yang harus diperhatikan saat berkenalan dengan orang Jepang adalah bukan bersalaman tapi membungkukkan badan terlebih dahulu (Ojigi). Ojigi juga biasa digunakan dalam berbagai hal seperti beladiri, member salam, member hormat, meminta maaf, mengucapkan terimakasih, dan lain-lain. Orang Jepang sangat menghargai privasi jadi janganlah kamu sembarangan berbicara sebaiknya bicaralah mengenai hal-hal yang ringan.
- Saat berkomunikasi dengan orang Jepang sebaiknya kamu menggunakan kata-kata formal. Untuk yang sudah akrab mungkin akan berbeda, akan tetapi memang lebih baik selalu gunakan kata-kata formal. Surat dan bahasa isarat masih sering digunakan di Jepang meski sudah ada telepon. Jadi semoha hal ini tidak membuatmu kaget.
Pada Musim (Jepang)
- Kamu tentunya sudah tahu bahwa Jepang memiliki empat jumlah musim yaitu musim semi, musim gugur, musim dingin, dan musim panas. Tentunya kamu akan senang kalau menjumpai musim semi dan gugur, karena pemandangan sangat indah. Akan tetapi jika musim dingin suhunya bisa mencapai -10 derajat C, jadi siapkan jaket tebal karena akan mengeringkan kulit bahkan membuat kulit pecah-pecah. Untuk musim panas suhunya mencapai 38 derajat C, jadi pakailah pakaian yang mudah menyerap keringat dan jangan terlalu tebal.













