Minggu, 31 Maret 2019

BUDAYA INDONESIA DAN JEPANG

BUDAYA JEPANG DAN 
INDONESIA



  • Jepang merupakan salah satu negara yang cukup menarik bagi masyarakat Indonesia. Hal itu tidak terlepas dari pop culture Jepang (musik, film, fashion). Bangsa Jepang tergolong  homogen dengan 15 bahasa (bukan 15 suku bangsa, karena bahasa tersebut sudah termasuk bahasa untuk tuna rungu) serta memiliki sejarah yang sangat panjang sehingga nilai-nilai budaya sangat mengkristal.

  • Secara umum, masyarakat Jepang menerjemahkan agama atau Tuhan sebagai hal yang terpisah. Bagi mereka, agama adalah hal yang bersifat pribadi dan tak ada satupun yang bisa mengusiknya. Bagi masyarakat Jepang, topik agama adalah hal yang tabu untuk dibicarakan dalam interaksi sosial, hal yang tentu saja berbeda dengan orang Indonesia. 
  • Sedangkan bangsa Indonesia tergolong heterogen, memiliki lebih dari 700 bahasa dan multi etnik, sehingga sulit untuk mencari serpihan budaya yang bisa mewakili Indonesia secara utuh. Artinya, kita perlu memisahkan nilai dan pola yang bisa diterima secara nasional, serta mana yang merupakan karakter dari sebuah suku. Di Indonesia, ada kebiasaan sosial yang sering memisahkan seseorang atau kelompok-kelompok tertentu berdasarkan agamanya. Apalagi di Indonesia agama adalah hal yang sangat berpengaruh, sering dijadikan alat untuk mencapai sebuah ambisi tertentu.
  • Di Indonesia ada istilah “kumpul kebo” di mana pasangan yang belum menikah tinggal satu rumah, dan hal ini sangat dilarang. Sebaliknya, masyarakat Jepang tidak mengenal istilah “kumpul kebo” dan mereka mentolerir jika orang yang belum menikah hidup dalam satu atap.Di Jepang, mereka tidak mengenal budaya cium tangan atau cium pipi sebagai bentuk penghormatan. Apa yang mereka lakukan adalah dengan membungkukkan badan.



    Pada Lalu Lintas (Jepang)
  • Orang Jepang juga sangat tertib dalam berlalu lintas. Jadi kemungkinan untuk mendapatkan kemacetan pun sangat jarang berbeda dengan Jakarta. Dalam kendaraan umum pun juga akan tertib, jarang sekali kendaraan yang kelebihan muatan atau penumpang. Hal yang harus selalu diingat saat naik kendaraan umum adalah mendahulukan orang tua, ibu hamil, orang cacat, tidak boleh berisik, jangan makan terlalu dekat, jangan membawa terlalu banyak barang, jangan bermake up, dan jangan menelpon.


Pada Makanan (Jepang)
  • Jepang terkenal dengan makanan yang segar dengan cita rasa masih asli, mungkin orang Indonesia menyebutnya dengan mentah atau setengah matang. Akan tetapi makan Jepang disebut sebagai The Healthy food in The World karena kesegarannya. Dari semua masakan Jepang yang paling sulit ditemukan adalah ke Halalan, karena kebanyakan komposisinya menggunakan bahan dari daging babi. Saat akan makan sebaiknya kamu mengucapkan “itadakimasu” dan mengambil sumpit yang disediakan. Hal yang kurang sopan dan tidak boleh dilakukan saat makan adalah bersendawa, menancapkan sumpit di nasi, menjilat sumpit, meletakkan sumpit secara silang, mengaduk sup dengan sumpit, menerima makanan dari orang lain, menggali makanan, menggunakan untuk menunjuk orang dan memotong makanan. Hal yang mungkin berbeda dengan budaya kita adalah mengeluarkan suara saat makan sup merupakan bentuk rasa senang dan menikmati makanan, jika di Indonesia mungkin itu adalah hal yang kurang sopan.




Pada Minuman (Jepang)
  • Teh dan sake adalah minuman yang sangat terkenal di Jepang. Aturan saat minum teh juga harus dipahami, cara duduknya adalah dengan bersimpuh sama seperti para sinden jawa saat menyanyi di kesenian wayang. Sebelum menengguk teh, cangkir diletakkan di telapak tangan kiri dan putar cangkir sekitar 180 derajat dengan tangan kanan. Jangan sampai lupa hal ini jika kamu tidak ingin dianggap tidak sopan, karena motif cangkir harus terlihat yang mengartikan bahwa kamu benar-benar menikmati tehnya. Minum sake sudah menjadi budaya sejak lama di Jepang. Biasanya akan dilakukan setelah pulang kerja atau di malam hari. Saat minum sake bersama harus menunggu seseorang mengatakan “kampai”, baru yang lainnya bisa minum. Ketika ingin menuang sake, hendaknya tuang juga untuk yang lainnya. Jika ada gelas yang kosong pasti aka nada orang lain yang mengisisnya, jadi jika kamu sudah merasa pusing dan tidak ingin minum, sebaiknya habiskan sake dalam gelas kamu sampai acara selesai jangan sekali teguk.


Pada Sapaan (Jepang)
  • Hal yang harus diperhatikan saat berkenalan dengan orang Jepang adalah bukan bersalaman tapi membungkukkan badan terlebih dahulu (Ojigi). Ojigi juga biasa digunakan dalam berbagai hal seperti beladiri, member salam, member hormat, meminta maaf, mengucapkan terimakasih, dan lain-lain. Orang Jepang sangat menghargai privasi jadi janganlah kamu sembarangan berbicara sebaiknya bicaralah mengenai hal-hal yang ringan.
  • Saat berkomunikasi dengan orang Jepang sebaiknya kamu menggunakan kata-kata formal. Untuk yang sudah akrab mungkin akan berbeda, akan tetapi memang lebih baik selalu gunakan kata-kata formal. Surat dan bahasa isarat masih sering digunakan di Jepang meski sudah ada telepon. Jadi semoha hal ini tidak membuatmu kaget.


Pada Musim (Jepang)
  • Kamu tentunya sudah tahu bahwa Jepang memiliki empat jumlah musim yaitu musim semi, musim gugur, musim dingin, dan musim panas. Tentunya kamu akan senang kalau menjumpai musim semi dan gugur, karena pemandangan sangat indah. Akan tetapi jika musim dingin suhunya bisa mencapai -10 derajat C, jadi siapkan jaket tebal karena akan mengeringkan kulit bahkan membuat kulit pecah-pecah. Untuk musim panas suhunya mencapai 38 derajat C, jadi pakailah pakaian yang mudah menyerap keringat dan jangan terlalu tebal.




Sabtu, 16 Maret 2019

BUDAYA SUNDA DAN LAMPUNG

BUDAYA

Budaya adalah suatu cara hidup yang berkembang dan dimiliki bersama oleh sebuah kelompok orang dan diwariskan dari generasi ke generasi. Budaya terbentuk dari banyak unsur, termasuk sistem agama dan politik, adat istiadat, bahasa, perkakas, pakaian, bangunan, dan karya seni. Budaya adalah suatu pola hidup menyeluruh. budaya bersifat kompleks, abstrak, dan luas. Banyak aspek budaya turut menentukan perilaku komunikatif. Unsur-unsur sosio-budaya ini tersebar dan meliputi banyak kegiatan sosial manusia.  

UNSUR-UNSUR BUDAYA

⤥ Kesenian 
⤡ Sistem Teknologi dan Peralatan
⤥ Sistem Organisasi Masyarakat 
⤡ Bahasa
⤥ Sistem Mata Pencaharian Hidup dan Sistem Ekonomi
⤡ Sistem Pengetahuan
⤥ Sistem Religi


Perbedaan Budaya Sunda dan Lampung 

Salah satu contoh budaya yang berbeda adalah suku sunda dengan suku lampung. Ulun lampung adalah suku yang menempati seluruh provinsi Lampung dan sebagian provinsi Sumatera Selatan. Suku Sunda adalah kelompok etnis yang berasal dari bagian barat pulau Jawa, Indonesia, yang mencakup wilayah administrasi provinsi Jawa Barat, Banten, Jakarta, dan Lampung.

Budaya Lampung
 
Budaya Sunda
 
A. Rumah Adat


Rumah adat lampung yang sering disebut Lamban, Lambahana atau Nuwou. Lamban biasanya terbuat dari kayu an berbentuk rumah paggung. Sedangkan rumah adat sunda disebut dengan imah. Imah terbuat dari kayu dan berdinding bambu. Seperti halnya lamban, imah juga beratap ijuk. Imah juga berbentuk rumah panggung dengan tinggi kolong 0,5-1 meter, sedangkan tinggi kolong pada rumah adat lampung lebih tinggi.

Rumah Adat Sunda



 Rumah Adat Lampung

B. Komunikasi


Di dalam komunikasi sehari-hari orang suku lampung menggunakan bahasa lampung, sedangkan suku sunda menggunakan bahasa sunda. Pada komunikasi tertulis, orang lampung menggunakan aksara kaganga, sedangkan suku sunda menggunakan aksara ngalagena.

C. Sistem Kekeluargaan

Suku lampung menganut sistem patrilineal, yaitu suatu masyarakat hukum, di mana para anggotanya menarik garis keturunan ke atas melalui garis bapak, bapak dari bapak, terus ke atas, sehingga akhirnya dijumpai seorang laki-laki sebagai moyangnya. Sedangkan suku sunda menggunakan Sistem Parental atau Bilateral, yaitu masyarakat hukum, di mana paraanggotanya menarik garis keturunan ke atas melalui garis Bapak dan Ibu, terus ke atas, sehingga dijumpai seorang laki-laki dan seorang perempuan sebagai moyangnya. 

Kekerabatan Suku Lampung


Sistem Kekerabatan Suku Sunda
D. Pernikahan

Secara umum, alur pernikahan antara suku lampung dan suku sunda hampir sama. Di dalam adat lampung upacara yang dilakukan sebelum pernikahan antara lain nindai/nyubuk, nunang (ngelamar), yirok (ngikat), berunding (menjeu), sesimburan (dimandikan), betanges (mandi uap) dan berparas (meucukur). Selain itu, di tempat keluarga gadis dilaksanakan 3 acara pokok dalam 2 malam, yaitu Maro Nanggep, Cangget pilangan dan Temu di pecah aji. Sedangkan di Sunda upacara yang dilakukan adalah neundeun omong (berjanji), galamar/nyeureuhan (meminang), papacangan (tunangan), seserahan (menyerahkan), helaran (iring-iringan), ngeuyeuk seureuh (menyiapkan sirih pinang) dan siraman (memandikan calon pengantin). Perbedaannya terletak pada saat memandikan calon pengantin, pada adat lampung calon pengantin wanita mandi bersama dengan wanita-wanita lain, sedangkan pada adat sunda wanita dimandikan oleh ibu, nenek dan sesepuh wanita lainnnya. 
Pada hari pernikahan, ijab kabul pada prosesi pernikahan adat lampung dilakukan di tempat pengantin pria, sedangkan pada pernikahan sunda dilaksanakan di tempat mempelai pria. Setelah pernikahan di dalam adat Sunda ada upacara nebus atau numbas yaitu selamatan, sedangkan di dalam adat lampung tidak ada.

 
Pernikahan Suku Lampung

 
Pernikahan Suku Sunda

E. Peradaban

Peradaban adalah memiliki berbagai arti dalam kaitannya dengan masyarakat manusia. Seringkali istilah ini digunakan untuk merujuk pada suatu masyarakat yang “kompleks”: dicirikan oleh praktik dalam pertanian, hasil karya dan pemukiman, berbanding dengan budaya lain, anggota-anggota sebuah peradaban akan disusun dalam beragam pembagian kerja yang rumit dalam struktur hirarki sosial. Istilah peradaban sering digunakan sebagai persamaan yang lebih luas dari istilah “budaya” yang populer dalam kalangan akademis. Dimana setiap manusia dapat berpartisipasi dalam sebuah budaya, yang dapat diartikan sebagai “seni, adat istiadat, kebiasaan/kepercayaan, nilai, bahan perilaku dan kebiasaan dalam tradisi yang merupakan sebuah cara hidup masyarakat”. Dalam sebuah pemahaman lama tetapi masih sering dipergunakan adalah istilah “peradaban” dapat digunakan dalam cara sebagai normatif baik dalam konteks sosial di mana rumit dan budaya kota yang dianggap unggul lain “ganas” atau “biadab” budaya, konsep dari “peradaban” digunakan sebagai sinonim untuk “budaya” (dan sering moral) Keunggulan dari kelompok tertentu. “Peradaban” dapat juga digunakan dalam konteks luas untuk merujuk pada seluruh atau tingkat

F. Hubungan antara manusia dengan negeri dan bangsanya

Hubungan antara manusia dengan negeri dan bangsanya, meneladani pandangan hidup orang Sunda, hendaknya didasari oleh sikap yang menjunjung tinggi hukum, membela negeri, dan menyuarakan hati nurani rakyat. Pada landasannya, tujuan hukum yang berupa hasrat untuk mengembalikan rasa perlakuan adil, yang bersifat menjadikan aman suasana, dan menjadikan aman solidaritas sosial dalam publik. Masalah ini dalam publik Sunda terpancar dalam ungkapan-ungkapan :


  • Kudu nyanghulu ka hukum, nunjang ka nagara, mupakat ka balarea (harus menjunjung tinggi hukum, berpijak kepada ketentuan negeri, dan bermupakat kepada kehendak rakyat.
  • Bengkung ngariung bongkok ngaronyok (bersama-sama dalam suka dan duka).
  • Nyuhunkeun bobot pangayon timbang taraju (memohon pertimbangan dan kebijaksanaan yang seadil-adilnya, memohon ampun).
G. Dikenal istilah "Pamali" atau Larangan 

Pamali bisa diartikan sebagai pantangan dari hal-hal yang menurut tradisi tak boleh dilakukan dengan cara sengaja. Jika hal tersebut dilakukan akan menyebabkan datangnya malapetaka atau kejadian tidak baik bagi yang melanggar. Di Sunda dikenal pula kalimat ceuk kolot baheula mah (kata orang dahulu mah) yang biasa mendahului kalimat larangan. Di sisi lain, sebagian masyarakat menggunakan kata pamali sebagai cara menakut-nakuti anak kecil. Pada zaman dahulu hal ini dilakukan supaya mereka tidak berani menentang perintah orang tua. Sebagai contoh : Ulah kaluar imah sareupna yang bermakna jangan keluar rumah saat menjelang malam atau magrib. Mitosnya berupa bisa diculik setan.


 

H. "SI CEPOT" yang mendunia

Dia adalah sosok paling populer di dunia Wayang Golek. Berasal dari Tanah Pasundan dan menyebar mulai dari daerah Cirebon hingga wilayah Banten. Pertunjukannya memakai boneka kayu sebagai properti. Kata golek memiliki dua makna yaitu kata kerja berarti mencari dan kata benda berarti boneka kayu. Pada umumnya, pola pagelaran menggunakan alur cerita pewayangan seperti cerita Ramayana dan Mahabharata dengan menggunakan bahasa Sunda. Maestro Wayang Golek, Alm. Asep Sunarya merupakan master wayang golek. Beliau amat terampil memainkan pewayangan beserta olah vokal yang disuarakan. Si Cepot pernah beraksi di Amerika dan beberapa negara Asia termasuk ASEAN. Sehingga namanya melanglang buana dikenal masyarakat luar negeri. Hal ini pun sekaligus memperkenalkan kekayaan Indonesia melalui kesenian suku Sunda.
Setiap suku memiliki beragam sejarah hingga kebudayaan yang menakjubkan. Oleh karena itu, tentu berkaitan erat dengan bagaimana masyarakat menjaga persatuan agar tidak berpecah belah. Hal tersebut dapat dengan cara melestarikan budaya setiap suku.Saling menghormati maupun saling menghargai seperti halnya yang diterapkan di suku Sunda dalam membangun hubungan kekerabatan antar sesama manusia. Tatar Pasundan yang mengedepankan “silih asih, silih asah, dan silih asuh” memiliki makna harus saling mengasihi, saling mengasah atau mengajari dan saling mengasuh.


LAYANAN SI DI INDO

TUGAS 3 : LAYANAN SISTEM INFORMASI DI INDONESIA Nama : Dien Silmi Maulidyah Kelas : 2KA18 NPM : 11118909